Temanggung – Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi ditutup pada Sabtu (18/7/2026) di ruang rapat BPP INISNU Temanggung. Penutupan diawali dengan penyampaian rekomendasi dari dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bahan evaluasi dan penguatan mutu berkelanjutan bagi program studi maupun institusi.
Asesor I, Dr. H. Akhmad Rifa'i, M.Phil., mengapresiasi keterbukaan dan objektivitas seluruh sivitas akademika selama proses asesmen berlangsung. Menurutnya, berbagai dokumen tambahan yang disampaikan selama asesmen menjadi bukti bahwa proses verifikasi berjalan secara objektif dan menunjukkan komitmen kampus terhadap peningkatan mutu.
"Kami berharap INISNU Temanggung terus melakukan berbagai kemajuan. Salah satunya adalah percepatan jabatan akademik dosen menuju Lektor Kepala," ujarnya.
Ia juga mendorong INISNU Temanggung menghadirkan berbagai terobosan akademik yang menjadi pembeda dengan perguruan tinggi lain, khususnya melalui pembukaan program studi yang unik dan belum banyak dikembangkan di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama dan didorong alih bentuk ke Universitas.
"Harus ada keberanian melakukan sesuatu yang berbeda. Buka program studi yang unik, yang belum ada di kampus lain, sehingga menjadi kekuatan dan daya saing institusi," pesannya.
Sementara itu, Asesor II, Dr. Dyah Nawangsari, M.Ag., menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh dimaknai sekadar sebagai pemenuhan administrasi, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pengembangan perguruan tinggi.
Menurutnya, pada Kriteria 1, visi institusi telah tersusun dengan baik, namun masih perlu dipertajam agar benar-benar menjadi landasan utama dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada aspek tata pamong dan tata kelola, ia menilai sistem yang ada sudah berjalan baik, tetapi perlu diperkuat melalui integrasi digital agar pengelolaan menjadi lebih efektif dan terdokumentasi.
Di bidang kemahasiswaan, berbagai prestasi mahasiswa dinilai sudah kompetitif. Namun demikian, kampus masih perlu menyusun kebijakan serta menyediakan sarana dan prasarana yang lebih ramah terhadap mahasiswa penyandang disabilitas sebagai bagian dari implementasi pendidikan inklusif.
Dalam aspek keuangan dan sarana prasarana, Dr. Dyah menilai kondisi kampus sudah cukup baik. Kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dinilai ramah bagi mahasiswa dan pembangunan fasilitas terus mengalami peningkatan. Meski demikian, layanan kesehatan mahasiswa masih perlu diperkuat. Klinik kampus telah tersedia, tetapi belum didukung tenaga dokter sehingga layanan kesehatan perlu terus ditingkatkan.
Pada aspek sumber daya manusia, ia merekomendasikan penambahan tenaga laboran untuk mendukung kegiatan akademik dan praktikum. Sementara pada bidang pendidikan, kurikulum Program Studi PAI dinilai telah mengadopsi pendekatan Outcome Based Education (OBE). Namun demikian, ia menyarankan agar dilakukan redesain kurikulum secara berkala sesuai perkembangan kebutuhan pendidikan.
Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen pendukung karena seluruh bukti yang tersedia akan menjadi dasar penilaian pada tahap validasi.
"Lengkapi seluruh bukti secara utuh, karena nanti validator yang akan menentukan hasil akhirnya," tegasnya.
Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, asesor memberikan apresiasi terhadap capaian yang telah diraih, terutama peluang penguatan penelitian kolaboratif bertaraf internasional. Sementara dalam sistem penjaminan mutu, pelaksanaan siklus PPEPP dinilai sudah berjalan baik. Meski demikian, kampus didorong untuk memperluas kegiatan benchmarking dengan perguruan tinggi lain sebagai bagian dari peningkatan mutu berkelanjutan.
Menanggapi berbagai rekomendasi tersebut, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., menyatakan seluruh masukan dari tim asesor akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Senada dengan itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa kampus telah menyiapkan sejumlah langkah strategis pascaasesmen. Dalam waktu dekat, INISNU akan melaksanakan benchmarking ke sejumlah perguruan tinggi yang dinilai memiliki praktik terbaik, di antaranya di Jepara, Bandung, dan Surabaya.
Selain itu, kampus juga akan memperkuat sumber daya manusia melalui percepatan kenaikan jabatan akademik dosen menuju Lektor Kepala, sekaligus melakukan rekrutmen empat dosen baru dan empat tenaga kependidikan untuk mendukung pengembangan institusi.
Dengan berakhirnya asesmen lapangan tersebut, INISNU Temanggung optimistis berbagai rekomendasi LAMDIK akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu akademik, serta mempercepat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. (*)

Posting Komentar