Semarang, temanggungnews.com - Lebih dari 100 guru dan kepala sekolah/madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti workshop penguatan pembelajaran bahasa Inggris berstandar global. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Semarang, Sabtu (30/5/2026), merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Medan Pustaka Mas dan Pearson Indonesia.
Forum ini digelar untuk menyamakan persepsi mengenai arah pembelajaran bahasa Inggris masa depan, sekaligus memperkuat komitmen menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan dibuka oleh Plh. Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dr. Hidayatun, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar kompetensi tambahan, melainkan bekal wajib sejak dini agar siswa mampu menangkap peluang di era global, termasuk untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
“Program ini wujud dari mimpi lama kami. Berangkat dari kebutuhan agar anak-anak memiliki daya saing internasional, program ini tidak hanya menghadirkan sumber belajar berstandar global, tetapi juga pendampingan selama satu tahun penuh untuk meningkatkan profisiensi guru,” ungkap Hidayatun.
Pada sesi utama, Business Development Manager Medan Pustaka Mas, Derby BS, menyoroti tantangan perbedaan ekspektasi hasil belajar antara guru, sekolah, dan orang tua. Menurutnya, banyak sekolah masih mengukur keberhasilan hanya berdasarkan nilai ujian, padahal kompetensi bahasa memerlukan proses yang panjang dan terukur.
Sebagai solusi, peserta diperkenalkan pada Common European Framework of Reference (CEFR) dan Global Scale of English (GSE) sebagai standar internasional untuk membantu sekolah merancang target belajar yang lebih objektif dan realistis.
Sementara itu, pada sesi khusus guru, Pearson Master Trainer Dian Fransiska Maharani, S.Pd., mengkritik paradigma kelas yang masih terlalu berpusat pada hafalan tata bahasa (grammar). Ia menganalogikannya dengan seorang anak yang belajar bahasa Jawa; mereka fasih karena paparan (exposure) dan praktik langsung, bukan karena menghafal rumus bahasa.
Oleh karena itu, guru didorong beralih peran menjadi fasilitator dan mulai menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar (medium of instruction) di kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang autentik. Selain teori, para guru juga mempraktikkan penggunaan platform digital untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
Acara ini juga menjadi momen refleksi Program Pendampingan Guru Bahasa Inggris Batch 1 yang telah diikuti oleh 27 peserta. Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan dedikasi diberikan kepada Kishartini (SMK NU Lasem, Rembang) dan Ria Perdani (SMK Ma’arif Salam, Magelang).
Menjelang penutupan, Business Development Manager Pearson Indonesia & Malaysia, Christian Puguh Sulistyo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung jaringan sekolah Ma'arif. Sebagai langkah nyata, Pearson dan Medan Pustaka Mas berkomitmen memberikan layanan uji penempatan (placement test) gratis bagi sekolah yang berpartisipasi guna memetakan kemampuan siswa secara akurat.
Chief Executive Officer (CEO) Medan Pustaka Mas, Melvi Tan, menutup rangkaian acara dengan mengajak para pimpinan sekolah optimis melakukan transformasi dari langkah kecil.
"Transformasi besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan terus berproses," tutur Melvi.
Melalui sinergi ini, LP Ma’arif NU PWNU Jateng berharap dapat membangun ekosistem pembelajaran bahasa Inggris yang adaptif terhadap perubahan zaman dan terbuka pada kolaborasi internasional, tanpa kehilangan akar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Posting Komentar