SEMARANG, temanggungnews.com — Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah, Dr. Fakhrudin Karmani, M.Pd., menyampaikan dua sorotan tajam dalam Seminar Pendidikan Nasional memperingati Hari Lahir (Harlah) Ma'arif ke-97 di Semarang, Sabtu (26/9/2026). Selain mendesak rekonstruksi sistem pendidikan NU agar lebih realistis sesuai kondisi lapangan, ia secara terbuka menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait bantuan fasilitas digital untuk sekolah dan madrasah NU.
Dalam panggung seminar yang digelar bekerja sama dengan PW Pergunu Jawa Tengah tersebut, Fakhrudin menegaskan bahwa kebijakan dan kurikulum pendidikan keagamaan sering kali berbenturan dengan realitas empiris di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, pembenahan sistem pendidikan NU harus bertumpu pada kebutuhan nyata para pendidik dan siswa.
"Rekonstruksi sistem pendidikan NU tidak boleh terjebak pada formula idealistis di atas kertas yang sulit dieksekusi. Sistem pendidikan kita harus adaptable dan disesuaikan secara presisi dengan kondisi objektif di lapangan. Pendidik di sekolah maupun madrasah membutuhkan fleksibilitas dan regulasi yang membumi agar kualitas pembelajaran benar-benar meningkat," tegas Dr. Fakhrudin.
Tak hanya menyoroti pembenahan internal, Fakhrudin memanfaatkan momentum peringatan Harlah ke-97 ini untuk menyuarakan aspirasi sarana dan prasarana. Secara eksplisit, ia menagih komitmen yang pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat Muktamar NU lalu.
"Kami mengingatkan dan menagih janji Presiden Prabowo saat Muktamar untuk memberikan bantuan empat unit papan interaktif (interactive display) bagi setiap sekolah dan madrasah di bawah naungan NU. Pemenuhan janji ini sangat krusial untuk memangkas ketimpangan fasilitas teknologi dan mengakselerasi digitalisasi pembelajaran di lingkungan Ma'arif," ujar Fakhrudin di hadapan para peserta.
Pernyataan lugas Ketua LP Ma'arif NU Jateng tersebut menjadi benang merah dalam seminar bertema "Rekonstruksi Sistem Pendidikan, Penguatan Regulasi, Penataan Kelembagaan, dan Advokasi Kesejahteraan Guru" ini.
Gagasan dan tuntutan yang diusung Fakhrudin turut mendapat respons serta dukungan dari jajaran narasumber lintas sektor yang hadir, yaitu Ketua PW Pergunu Jawa Tengah Dr. Nur Cholid, M.Pd., Direktur GTK Madrasah Kemenag RI Dr. H. Fesal Musaad, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah H. Sarif Abdillah, serta Pembina PGSI Muh Zen Adv, M.Si.
Fakhrudin berharap, momentum Harlah ke-97 ini menjadi titik balik bagi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk memberikan perhatian nyata terhadap kelayakan sarana digital serta kepastian regulasi bagi sekolah dan madrasah swasta keagamaan.
Posting Komentar