TEMANGGUNG, temanggungnews.com – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar prosesi Yudisium dan Seminar Karier bagi para calon lulusannya. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang memberikan arahan penting terkait tantangan dunia kerja modern. Hal itu disampaikan usai pembacaan Surat Keputusan oleh Dekan FTK Yenny Aulia Rachman, M.Pd., tentang Yudisium Mahasiswa pada Kamis (25/6/2026).
Dalam arahannya, Rektor Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menekankan bahwa para lulusan FTK hari ini dihadapkan pada dunia yang tidak lagi statis. Mengutip istilah militer dari U.S. Army War College tahun 1987 yang kemudian dipopulerkan oleh futurolog Bob Johansen (2007), ia menyebut saat ini kita berada di tengah dinamika era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).
"Jika meminjam istilah pidato Bung Karno pada 17 Agustus 1964, era sekarang bisa disebut sebagai Vivere Pericoloso, tahun yang nyerempet bahaya, khususnya bagi mereka yang tidak siap beradaptasi," ujar Ibda.
Di hadapan para peserta yudisium, ia membedah empat tantangan besar VUCA yang dikontekstualisasikan dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan realitas dunia digital.
Pertama, era volatility (gejolak). Perubahan kurikulum yang sangat cepat, seperti masuknya materi koding, AI, atau KKA sebagai mata pelajaran. Fenomena perputaran zaman yang cepat ini selaras dengan QS. Ali 'Imran ayat 140 mengenai hari-hari yang dipergilirkannya di antara manusia.
Kedua, era uncertainty (ketidakpastian). Banyak profesi administrasi hingga desain grafis mulai digantikan otomatisasi. Hal ini mengingatkan pada QS. Luqman ayat 34 bahwa tidak ada seorang pun yang tahu dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok.
Ketiga, era complexity (kompleksitas). Masalah dunia kerja semakin rumit dan multisektoral. Menurut Rektor, lulusan saat ini tidak bisa lagi sekadar mengandalkan selembar ijazah atau gelar akademis tanpa keahlian nyata.
Keempat, era ambiguity (ambiguitas). Kaburnya batasan orisinalitas akibat ketergantungan pada teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT atau Gemini AI dalam pengerjaan tugas akhir.
Untuk memenangkan persaingan di era yang penuh gejolak ini, Dr. Hamidulloh Ibda menginstruksikan para lulusan untuk menguasai formula 3C, yaitu competence (keahlian) baik bidang pedagogi maupun digital, character (integritas & moral) sebagai benteng etika, serta connectivity (jaringan/networking) untuk membuka peluang kolaborasi di masyarakat.
Lebih lanjut, Rektor juga memetakan sedikitnya enam pilihan jalur karier yang dapat ditempuh secara optimis oleh para sarjana baru FTK INISNU bisa mengikuti seleksi CPNS atau CPPPK, mengabdi sebagai Guru Tetap Yayasan di lembaga pendidikan Islam swasta atau umum, membuka kran Wirausaha mandiri (seperti mendirikan Bimbel, produksi media, atau jasa pendidikan).
“Anda juga bisa mengisi profesi alternatif seperti menjadi Perangkat Desa untuk membangun peradaban dari tingkat akar rumput, mengambil posisi jabatan alternatif penyelenggara pemilu (seperti PPS, Panwaslu, BAWASLU, KPU, atau PPK),” kata Rektor.
Selanjutnya, era yang makin tak menentu ini, silakan melanjutkan studi ke jenjang S2 (Magister) baik di dalam maupun luar negeri. “Atau silakan daftar di S2 PAI dan S2 HKI INISNU Temanggung,” ajak Rektor.
Sebagai modal utama melangkah ke masyarakat, Rektor menegaskan bahwa seluruh lulusan FTK INISNU dibekali dengan status akreditasi program studi yang sangat baik dan resmi diakui negara. Saat ini, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) telah sukses meraih akreditasi Unggul, sedangkan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) berstatus Baik Sekali. Sementara itu, untuk Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) saat ini mengantongi akreditasi B. “Khusus untuk Prodi MPI, saat ini sedang dalam proses penilaian di Majelis LAMDIK dan diharapkan segera menyusul meraih predikat Unggul,” kata Ibda.
Di akhir acara, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk berdoa bersama demi kesuksesan, keberkahan ilmu, dan kelancaran karier para lulusan FTK INISNU Temanggung di masa depan. Dalam kesempatan itu, hadir narasumber yaitu guru SD Negeri Tegowanuh Kaloran, Temanggung, Tri Laksono, M.Pd., yang merupakan alumni Prodi PAI FTK INISNU Temanggung. (*)

Posting Komentar