‎TEMANGGUNG, temanggungnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung menjajaki kerja sama dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Penjajakan kerja sama ini dilakukan melalui kunjungan resmi BPS ke kampus INISNU Temanggung pada Senin (9/3/2026).

‎Rombongan BPS dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Temanggung, Henri Wagiyanto, S.Pt., M.Ec.Dev., MA. Dalam pertemuan tersebut, pihak BPS menyampaikan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

‎Kunjungan tersebut diterima oleh Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., didampingi Wakil Rektor I Andrian Gandi Wijanarko, Wakil Rektor II Dr. Joni, serta Wakil Rektor VI Eko Sariyekti. 

‎Henri Wagiyanto menjelaskan bahwa BPS membutuhkan sekitar 700 petugas lapangan untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi di Kabupaten Temanggung. Karena itu, BPS membuka peluang bagi mahasiswa INISNU Temanggung untuk bergabung sebagai petugas sensus melalui proses seleksi.

‎“Mahasiswa INISNU sangat berpeluang mengikuti seleksi petugas sensus dari seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Syarat usia minimal 18 tahun dan maksimal 50 tahun, sehingga banyak mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut,” jelas Henri.

‎Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa tidak hanya membantu kelancaran pendataan, tetapi juga memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam kegiatan survei dan riset lapangan.

‎Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh BPS untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh unit usaha di Indonesia, mulai dari skala mikro hingga besar. Kegiatan ini bertujuan memperbarui basis data ekonomi nasional setelah perubahan signifikan yang terjadi pascapandemi.

‎Secara nasional, sensus ini menargetkan sekitar 30 juta pelaku usaha untuk memetakan berbagai informasi penting, seperti profil usaha, omzet, struktur ekonomi daerah, hingga praktik ekonomi hijau.

‎Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sensus merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat pengalaman akademik sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

‎“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Selain membantu program nasional, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman lapangan yang sangat penting dalam memahami dinamika ekonomi masyarakat,” ujarnya. 

‎Selain kerjasama survei, pihaknya mendorong adanya kolaborasi dalam bidang pendidikan-pengajaran, dan riset inovasi. "Nanti mahasiswa yang ikut seleksi dan lolos di BPS, bisa kita akui sebagai pengganti PPL/KKL karena itu terlaksana selama tiga bulan, " kata Ibda. 

‎Melalui penjajakan kerja sama ini, diharapkan terjalin sinergi antara BPS dan INISNU Temanggung dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, sekaligus membuka ruang partisipasi mahasiswa dalam kegiatan statistik nasional. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama