YOGYAKARTA, temanggungnews.com - Program Studi S3 Studi Islam Konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) menggelar sidang promosi doktor pada Rabu pagi, 18 Februari 2026. Sidang yang berlangsung di lantai 1 Gedung Pascasarjana UIN SUKA tersebut menghadirkan promovenda Dosen INISNU Temanggung Yuni Setya Hartati dengan disertasi berjudul "Analisis Penyelenggaraan PAUD Inklusif di Jawa Tengah : Tinjauan pada Dimensi Budaya, Kebijakan, dan Praktik".
Sidang dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Dalam ujian terbuka ini, Yuni Setya Hartati menghadapi dewan penguji yang dipimpin Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. (Ketua Sidang), Ahmad Rafiq, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. (Sekretaris Sidang), Prof. Dr. H. Suyadi, S.Ag., M.A. dan Rof'ah, M.A., Ph.D. (Promotor/Penguji) serta Dr. Asep Jahidin, S.Ag., M.Si. Dr. Maya Fitria, S.Psi., M.A. Prof. Zulkifli Lessy, S.Ag., S.Pd., M.Ag., M.S.W. Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd. (Penguji).
Dalam penelitiannya Ketua Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini INISNU Temanggung tersebut menyoroti pentingnya pendidikan inklusif pada jenjang anak usia dini yang merupakan fondasi bagi tumbuhnya sikap penerimaan terhadap keberagaman. Namun, implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala seperti budaya sekolah yang cenderung homogen, kebijakan yang belum adaptif, serta keterbatasan praktik pembelajaran ramah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus.
"Novelty penelitian ini adalah perumusan Teori Inklusivitas Kontekstual Berbasis Nilai (Contextual Value-Based Inclusivity Theory-CVBIT) yang menegaskan bahwa inklusivitas PAUD dibangun melalui internalisasi nilai lokal dan spiritualitas yang hidup dalam budaya sekolah sebagai mediator antara kebijakan adaptif dan praktik pedagogis humanistik, sehingga menghasilkan model inklusi yang kontekstual, dinamis, dan berkelanjutan." tuturnya dalam presentasi.
Berdasarkan analisis mendalam, penelitian ini menghasilkan sejumlah kesimpulan utama sekaligus merumuskan konstruksi teoretik baru yang disebut Teori Inklusivitas Kontekstual Berbasis Nilai (Contextual Value-Based Inclusivity Theory/CVBIT).
"Homogenitas di TK Universal Temanggung memperkuat keseragaman nilai religius, sedangkan heterogenitas di TK Agape Kids Wonosobo justru memperkaya kesadaran relasional dan toleransi.” Temuan ini selaras dengan teori Urie Bronfenbrenner dan prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menegaskan pentingnya lingkungan dalam membentuk pengalaman belajar anak." ungkap Pamong DPP Permadani Temanggung tersebut.
Dalam praktik pembelajaran, TK Universal Temanggung unggul dalam asesmen awal dan kerja sama dengan orang tua, sementara TK Universal Agape Kids Wonosobo lebih variatif dan fleksibel dalam metode pembelajaran. Keduanya mencerminkan prinsip inclusive pedagogy dari Lani Florian dan Kristine Black-Hawkins bahwa setiap anak perlu difasilitasi melalui strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.
Dilanjutkan Yuni, bahwa inklusi dipahami sebagai proses pemanusiaan pendidikan yang kontekstual, berbasis nilai, dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam memuliakan fitrah insaniyah anak. Baik dalam konteks budaya yang relatif homogen maupun plural. "Pendidikan inklusif menjadi bermakna ketika anak diposisikan sebagai subjek kemanusiaan yang utuh, bukan sekadar objek kebijakan atau standar pembelajaran." tandasnya.
Sidang promosi doktor ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi promovendanya, tetapi juga bagi pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Posting Komentar