Jakarta, temanggungnews.com - Direktur Jenderal Pendidikan Islam melalui SK nomor 10940 tahun 2025 menetapkan kepengurusan  Forum Pendidik Madrasah Inklusif Pusat masa khidmat 2025 2030. Surat Keputusan (SK) yang ditandatangi dan dicap basah oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno menjadi entitas resmi yang diakui oleh negara di Jakarta tertanggal 31 Desember 2025.


Penerbitan SK kegiatan FPMI merupakan langkah konkret dalam memperkuat kapasitas pendidik madrasah. Hadirnya FPMI ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan inklusif khususnya di lingkup pendidikan Kementerian Agama. SK ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kegiatan FPMI ke depan.


Ketua FPMI Pusat, Supriyono menyambut baik atas penerbitan SK tersebut. Selain itu  Supriyono menegaskan bahwa terbitnya SK ini menandakan dimulainya masa bakti kepengurusan baru secara formal.


“Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur atas hadirnya SK ini. Dengan terbitnya SK yang diterbutkan, FPMI sebagai sebuah organisasi profesional memiliki landasan legalitas yang kuat, dan kami siap berkontribusi secara nasional," ujarnya, Selasa (20/1/2026).


Terbitnya SK ini merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas dan berkeadilan. Dengan adanya FPMI, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pendidik madrasah dan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif bagi semua peserta didik. Supriyono yang akrab dengan sebutan Leck Prie mengungkapkan bahwa FPMI telah siap berkegiatan ke depan. 


“FPMI siap bergerak dan berdampak bagi pendidikan inklusif Kemenag, Insyaallah kami telah menyusun agenda seperti pelatihan guru, pengembangan kurikulum inklusif, dan penyediaan sarana prasarana yang ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus” pungkas Supriyono.


Senada halnya yang disampaikan oleh Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi, Anis Masykur, seutas harapan pun terlontar untuk segenap jajaran pengurus FPMI.


“Selamat bekerja penuh semangat, kami atas nama Kementerian Agama senantiasa memberikan dukungan dan semangat di semua level dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang semakin bermutu , ramah dan inklusif,” ucapnya.


(TN92/Utik)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama