Serah Terima Profil Desa Kruwisan dari Mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP kepada Kepala Desa Kruwisan


Temanggung, temanggungnews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek Bagi Desa Binaan Undip (KKN-T IDBU) Tim 56 Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan pemetaan potensi pertanian Desa Kruwisan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, berbasis data spasial dan digital.


Program bertema “Masterplan Pengembangan Pertanian” tersebut dilakukan untuk menyediakan data pertanian yang lebih komprehensif. Tidak hanya berupa data tabular, informasi pertanian Desa Kruwisan juga disajikan dalam bentuk data spasial yang dapat diakses secara digital melalui WebGIS.


Desa Kruwisan yang berada di kaki Gunung Sumbing memiliki aktivitas pertanian, khususnya perkebunan, sebagai salah satu bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa dalam mengembangkan pemetaan yang dapat memberikan gambaran lebih detail mengenai potensi dan permasalahan pertanian di desa.


Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan terlibat dalam kegiatan tersebut. Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota memfokuskan program pada pemetaan potensi dan tata ruang pertanian.


Mahasiswa KKN-T IDBU 56 saat melakukan Paparan Hasil Luaran Kegiatan


Adzima Daffachri Azhar, misalnya, mengembangkan program Pemetaan Lokasi Optimal Penanaman Komoditas serta Pemetaan Sebaran Lahan Kritis dan Rekomendasi Komoditas. Program tersebut menghasilkan data spasial mengenai kesesuaian lahan untuk sejumlah komoditas, yakni tembakau, bawang, cabai, dan panili. Pemetaan lahan kritis juga dilakukan sebagai upaya mendukung pengelolaan produktivitas tanah vulkanik di wilayah tersebut.


Sementara itu, Farhanadib Pradana Tirtawening menjalankan program Pemetaan Perubahan Lahan Pertanian Berbasis MOLUSCE dan Pemetaan Lokasi Potensial Gudang Pengolahan. Analisis tersebut digunakan untuk memprediksi dinamika tutupan lahan budidaya sekaligus menentukan lokasi strategis fasilitas pascapanen dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas dan kelerengan.


Pemetaan juga dilakukan untuk mengetahui sebaran komoditas pertanian. Ihda Kaisa Malda melakukan survei lapangan dan perhitungan luas blok lahan untuk menghasilkan data mengenai batas blok tanam monokultur maupun tumpangsari. Data tersebut menjadi salah satu dokumen pendukung dalam penyusunan Masterplan Pertanian Desa Kruwisan.


Selain aspek produksi, mahasiswa turut memetakan sistem distribusi dan kondisi ekologis wilayah pertanian. Nisita Listyani Harimurti mengembangkan Pemetaan Zonasi Penyaluran Logistik Hasil Pertanian dan Pemetaan Zonasi Sistem Agroekologi Desa Berbasis Analisis Spasial.


Pemetaan tersebut mencakup jalur distribusi hasil panen di wilayah dengan medan lereng terjal serta pembagian zona ekologi pertanian, perkebunan, dan hutan. Hasilnya diharapkan dapat mendukung pengembangan pertanian yang tetap memperhatikan kondisi lingkungan.


Aspek kerentanan wilayah juga menjadi bagian dari pemetaan. Nika Putri Deswita, mahasiswa Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan, melakukan Pemetaan Kerentanan Multibencana terhadap Kondisi Fisik, Sosial, dan Ekonomi.


Program tersebut menghasilkan peta risiko bencana alam, khususnya longsor, yang menjadi salah satu potensi risiko di wilayah dengan topografi curam dan lahan pertanian masyarakat.


Sementara itu, Ulis Thofa Alghozali mengembangkan Pemodelan Spasial Penentuan Titik Optimal Embung Mikro dan Panen Air Hujan. Melalui pemodelan akumulasi aliran air, program tersebut menghasilkan rekomendasi lokasi penampungan air yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air irigasi, terutama saat musim kemarau.


Seluruh data yang dihimpun kemudian menjadi bagian dari luaran kegiatan berupa Profil Desa Kruwisan. Profil tersebut memuat gambaran mengenai kondisi dan potensi desa, mulai dari karakteristik wilayah, kependudukan, kondisi sosial, hingga potensi masyarakat, khususnya sektor pertanian.


Data spasial yang dihasilkan juga ditampilkan dalam format WebGIS. Platform tersebut memungkinkan informasi mengenai kondisi dan potensi wilayah disajikan secara digital sehingga dapat dimanfaatkan oleh perangkat desa dan masyarakat sebagai salah satu sumber informasi dalam perencanaan pembangunan pertanian.


Perangkat Desa Kruwisan menyambut baik hasil kegiatan tersebut. Kepala Desa Kruwisan, Tunardi, menilai data yang dihimpun mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi desa dalam menentukan arah pengembangan pertanian.


“Luaran yang dihasilkan oleh mahasiswa ini bagus, terutama pada rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan kami untuk menentukan berbagai program desa ke depannya untuk mendukung pertanian di Desa Kruwisan,” ujar Tunardi pada (25/8/26). 


Melalui pemetaan berbasis data spasial tersebut, KKN-T IDBU 56 Undip tidak hanya menghasilkan gambaran mengenai kondisi pertanian Desa Kruwisan, tetapi juga menyediakan sejumlah rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan pertanian, pengelolaan sumber daya, mitigasi risiko bencana, hingga penguatan fasilitas pascapanen.


Kegiatan tersebut sekaligus mendukung upaya pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan data dan teknologi dalam perencanaan wilayah serta pengembangan potensi desa.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama