TEMANGGUNG, temanggungnews.com – Sebanyak 55 siswa SMAN 2 Temanggung mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR), Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tidar (Untidar) sebagai upaya mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan menengah.


Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menyusun karya tulis ilmiah. Program tersebut berfokus membantu siswa menemukan ide riset dan memetakan persoalan lingkungan di sekitar mereka.


Melalui simulasi berbasis VR, peserta diajak mengamati dan mengeksplorasi berbagai fenomena alam serta isu lingkungan secara visual dan interaktif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengidentifikasi persoalan nyata sebagai bahan penyusunan ide riset untuk berbagai kompetisi ilmiah.


Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Untidar, M. Radian Nur Alamsyah, M.Pd., mengatakan pengenalan teknologi VR bertujuan mengubah cara pandang siswa terhadap riset ilmiah agar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang membosankan.


"Kami ingin membawa pengalaman belajar yang berbeda. Melalui simulasi VR, siswa tidak hanya membaca teori di buku, tetapi seolah-olah terjun langsung ke lapangan untuk mengamati masalah secara riil. Kami berharap teknologi ini menjadi pemantik daya kritis dan kreativitas mereka sehingga mampu menyusun karya tulis ilmiah yang kompetitif," tutur Radian.


Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemberian motivasi yang menghadirkan narasumber peraih Juara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Setelah memperoleh materi dasar penulisan ilmiah dan metode riset, para siswa mengikuti sesi praktik menggunakan perangkat VR headset untuk mengeksplorasi lingkungan virtual.


Salah seorang peserta, Bambang, siswa kelas XI SMAN 2 Temanggung, mengaku pengalaman menggunakan teknologi VR membantunya memperoleh gambaran yang lebih jelas dalam menentukan topik penelitian.


"Biasanya kami bingung saat diminta mencari topik karya ilmiah. Setelah mencoba VR, kami seperti dibawa ke tempat baru dan bisa melihat langsung berbagai fenomena alam yang dapat dijadikan bahan penelitian. Visualnya sangat jelas dan menarik," ujarnya.


Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui pelatihan tersebut, SMAN 2 Temanggung dan Untidar berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut untuk mendorong lahirnya generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi sekaligus memiliki kemampuan analitis dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama