Semarang, temanggungnews.com - Meraih masa depan yang lebih baik melalui program magang ke Jepang seringkali terhalang oleh tingginya biaya persiapan. Banyak pemuda berpotensi yang memiliki semangat juang tinggi harus mengubur mimpinya hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.


Menjawab tantangan tersebut, LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI hadir memberikan dukungan penuh terhadap pembiayaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Magang Jepang yang diselenggarakan oleh LP Ma'arif NU Jawa Tengah. Bantuan ini secara khusus didedikasikan bagi calon peserta magang yang berasal dari keluarga dhuafa atau tidak mampu.


Ketua PWNU Jawa Tengah, Gus Rozin, menyampaikan bahwa dukungan penuh dari BAZNAS RI ini bukanlah sekadar bantuan amal, melainkan sebuah investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan. 

"Manfaatkan bantuan ini sesuai dengan kebutuhan, Jangan lupa kelak setelah sukses membangun karir di Jepang, akan kembali ke Tanah Air dan menjelma menjadi pahlawan devisa sekaligus berubah dari mustahiq (penerima zakat) menjadi muzaki* (pemberi zakat) yang mencerahkan masa depan bangsa.


Fakhruddin Karmani, Ketua LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi strategis ini, meliputi seluruh biaya pelatihan daerah yang sudah dikeluarkan oleh peserta di kembalikan dan langsung di transfer ke rekening peserta masing-masing dari BAZNAS. 

“Pembiayan ini meliputi seluruh pembiayan Pelatda 1, biaya pembuatan paspor, visa, dan MCU hingga transport. Untuk itu saya berharap para peserta kini dapat fokus belajar dan mengasah diri tanpa harus terbebani oleh bayang-bayang biaya operasional yang mahal”. Ungjkap Fakhruddin


Sebagaimana informasi panitia Pelatda, saat ini ada 17 peserta yang pelatda Magang Jepang LP Ma`arif NU Jawa Tengah yang menerima bantuan dari BAZNAS. Bantuan disalurkan melalui rekening masing-masing peserta.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama